|
'Try Out' UN Wajib Diintensifkan |
|
Ditulis oleh wirautama
|
|
Monday, 22 December 2008 |
|
Syarat Kelulusan UN Diperberat KEBIJAKAN pemerintah meningkatkan rata-rata minimal nilai ujian nasional (NUN) SMP, SMA dan SMK dari 5,25 menjadi 5,50 wajib disikapi serius oleh kalangan pendidikan di Bali. Mengingat persyaratan kelulusan diperberat, maka pihak sekolah harus mempersiapkan anak didiknya lebih intensif lagi agar tidak jadi pecundang pada UN. Pengamat pendidikan Prof. Dr. I Putu Gelgel, S.H., M.H. dan Drs. Putu Sarjana, M.Si. mendesak Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Provinsi Bali beserta Dinas Dikpora kabupaten/kota se-Bali mengintensifkan pelaksanaan try out UN. Sebelum mengikuti UN yang sesungguhnya, paling tidak mereka harus dijajal dengan dua kali try out.
|
|
Baca selebihnya...
|
|
|
Jadikan Bahasa Bali dan Inggris Sebagai Unggulan |
|
Ditulis oleh wirautama
|
|
Tuesday, 16 December 2008 |
|
Sekolah di lingkungan PGRI di Denpasar makin siap berkompetisi. Sejumlah keunggulan telah ditata oleh Ketua PPLP Dasmen PGRI Kota Denpasar. Senin (15/12) kemarin PPLP mengumpulkan 100 guru MGMP Bahasa Bali dan Bahasa Inggris serta pengelola perpustakaan sekolah serangkaian menerapkan 'Jumat Berbahasa Bali dan Sabtu Berbahasa Inggris'. Program unggulan ini, menurut Ketua PPLP Dasmen PGRI Kota Denpasar Drs. Dewa Putu Putra, M.M., M.H., M.Pd., membantu pemerintah menjadikan Denpasar sebagai kota budaya. Sekalipun program ini banyak tantangannya, PPLP Damsen PGRI Kota Denpasar harus siap kompetitif menyambut era global dan penanaman budaya di kalangan siswa. Makanya guru bahasa Bali dan bahasa Inggris serta kasek menjadi ujung tombak pelaksanaan program ini. 'Ini juga salah satu hasil studi banding kasek PGRI Denpasar ke luar negeri,' ujarnya. |
|
Baca selebihnya...
|
|
|
Smansa Juara I LKTI Tingkat Nasional |
|
Ditulis oleh wirautama
|
|
Friday, 12 December 2008 |
|
'Jounk Food' Ternyata Banyak Mengandung Pengawet SMAN 1 Denpasar (Smansa) adalah gudangnya peneliti muda. Banyak hasil penelitian siswa Smansa bermanfaat bagi masyarakat. Kali ini duet Dominikus Fernandy Hartono Prasetyo dan I Putu Satya Kreshnanda (II-IPA-2) sukses mendulang juara I LKTI tingkat Nasional di IPB Bogor. Penelitiannya menyasar makanan yang disajikan pedagang jalanan (jounk food) di sekitar sekolah. Tempura, aneka naget, bakso (selain bakso krama Bali) dan piza yang dijual secara komersial oleh pedagang yang mangkal di depan sekolah ternyata berbahaya bagi kesehatan karena banyak mengandung bahan pengawet. Selain itu makanan ini mengandung MSG (penyedap berlebihan), zat pewarna berbahaya serta pemanis buatan. |
|
Baca selebihnya...
|
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya > Akhir >>
|